Introspeksi Melalui Musik

Seperti halnya arus listrik dan magnet, musik tak dapat dilihat langsung tetapi dapat dirasakan ketika disentuh.  Meskipun tidak dapat dilihat tetapi manfaat dari efek listrik dan magnet dapat  kita rasakan jika dikelola dengan baik. Demikian juga dengan musik.

Musik, apapun jenisnya, apapun genrenya, apapun alirannya dapat menjadi penghibur, dapat menjadi sumber ide dan inspirasi, bahkan musik tertentu dapat menjadi penyembuh penyakit. Tidak sedikit orang yang menjadikan musik sebagai motivator kerja dan belajar, dan itu terbukti.

Kenyataannya musik dapat juga berdampak negatif tetapi jika di-manage dengan benar tidak mustahil akan menciptakan

Pengalaman saya ketika mendengar musik tertentu yang tidak pernah saya dengar lagi selama beberapa waktu, dapat mengingatkan kembali kenangan dan suasana seolah jiwa dan perasaan dibawa rekreasi ke tempat dimana musik tersebut pertama kali didengar. Seperti halnya musik yang sedang Anda dengar (Numar Pan La Unu – Cleopatra Stratan) yang mengingatkan saya kepada seorang sahabat dekat. Banyak kekhilapan dan kekeliruan yang pernah saya perbuat tanpa saya sadari saat itu. Musik inilah yang menjadi personal reminder yang mengharuskan saya bercermin ke masa lalu untuk menyusun algorithma baru dalam sebuah flowchart masa depan penuh instrospeksi.

Semoga tulisan ini dapat menjadi renungan ringan seperti halnya Si Ujang dalam tulisan “How to control our anger” , tetapi tentu saja jangan terlalu berlebihan hingga tidak berani mengatakan yang benar karena terlalu hati-hati.

Bagaimana dengan Anda? Kesan apa yang pernah Anda alami ketika mendengar sebuah musik?