Katakan Yang Benar Meskipun Pahit!

Sering kita saksikan orang tega mengekploitasi saudaranya sendiri demi kepentingan pribadi karena merasa lebih kuat, lebih pintar, dan lebih mampu sehingga tanpa rasa malu ia menggunakan powernya untuk mengeruk kekayaan tanpa kenal halal dan haram. Tak segan-segan sikut kanan kiri untuk menyingkirkan orang-orang baik yang berpotensi karena khawatir akan mengancam posisi dan menghambat karirnya. Sebaliknya ia rangkul kroni-kroni dan orang-orang yang bermental ABS (Asal Bapak Senang) untuk memperkokoh kedudukannya.

Ia tidak menyadari bahwa kemewahan dan gemerlapnya dunia telah memperdaya danĀ  membelokan dirinya dari penghambaan kepada Allah. Tidak jarang pola money oriented dan materialistis telah menyeret banyak orang untuk cinta dan menghamba kepada harta, tahta dan wanita.

Salah satu metode klasik yang biasa digunakan untuk melancarkan tujuannya adalah dengan mengedepankan kebengisan untuk menunjukkan bahwa dialah yang berkuasa dan menyebarkan intimidasi agar orang tidak berani mengusik kemaksiatan yang sedang mereka nikmati. Mereka tampilkan kebijakan tangan besi terhadap orang yang lemah dan tidak berdaya untuk melakukan perlawanan.

Lalu bagaimana dengan kita? Sampai dimana keberanian kita dalam menegakkan kebenaran?

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah : 111)

Katakan yang benar meskipun pahit!

Di depan badai mungkin menghadang, api berkobar, dan halilintar menyambar. Namun dengan kebersamaan dan persatuan Insya Allah yang berat akan menjadi ringan, yang sulit akan menjadi mudah, yang lemah akan menjadi kuat, dan yang kecil akan menjadi besar.

Dengan bersatu dan berpegang teguh kepada tali Allah, yang pahit pun akan terasa manis. Semoga kita diberi kekuatan untuk mengatakan yang benar sekalipun pahit akibatnya. Amin.