Undangan (2)

Undangan untuk mengunjungi rumah Allah SWT merupakan undangan yang sangat istimewa. Keistimewaan Undangan ini karena bersifat wajib bagi kaum muslimin yang telah baligh dan memiliki keleluasaan rizki untuk membiayai perjalanannya. Bagi kaum mulimin dengan penghasilan yang biasa-biasa tidak berarti tidak akan mendapatkan undangan haji atau tidak boleh berharap, buktinya banyak yang dapat melaksanakan haji karena jabatan dinas, ongkos perjalanan haji dikasih orang/instansi tertentu atau undangan dari raja Arab Saudi karena pengabdian luar biasa memajukan Islam dan direkomendasikan organisasi keagamaan tertentu. Manapun proses yang dialami seseorang menunaikan ibadah haji sah-sah saja selama syarat, wajib dan rukunnya terpenuhi.

Kedudukan ibadah haji dalam Islam  merupakan rukun Islam yang kelima. Oleh karena jumlah rukun Islam ada lima, maka menunaikan ibadah haji bermakna menyempurnakan seluruh rukun Islam. Makna lainnya bahwa seorang muslim yang kaya yang hendak menunaikan ibadah haji sudah semestinya telah melaksanakan rukun Islam yang lainnya. Bagimana mungkin dapat melaksanakan haji secara sempurna atau mabrur sedangkan sebelum berangkat ke sana, shalat masih banyak ditinggal, puasa (shaum) belum dilaksanakn secara penuh walaupun tidak ada alasan meninggalkannya bahkan untuk menunaikan zakat masih merasa terpaksa.

Dengan demikian, untuk memenuhi undangan Allah SWT dalam menunaikan ibadah haji memerlukan persiapan materi, yakni ongkos perjalanan dan persiapan keimanan dan ketaqwaan yang direfleksikan dalam bentuk pengamalan ibadah sehari-hari.

Undangan melaksanakan haji menjadi momentum yang paling bernilai bagi setiap muslim. Sebagian dari mereka merayakannya dalam suatu kegiatan walimatul shafar. Saat-saat itulah dimanfaatkan mereka untuk membersihkan diri dari segala salah dan khilaf yang mungkin pernah dilakukan terhadap orang tua, teman, kerabat, anak hingga tetangga. Hal ini sebagai wujud dari habluminnaasi. Setelah saling memaafkan, sebagian besar dari undangan justru minta kepada orang yang mau berangkat haji agar ketika menunaikan ibadah haji mendo’akan mereka agar pada tahun berikutnya Allah SWT mereka melaksanakan ibadah yang sama.

Penuhilah undangan Allah SWT dengan dasar ketaqwaan, Insya Allah kita akan dapat melaksanakan ibadah dengan ketenangan yang luar biasa disertai do’a-doa yang mustajab. Kesungguhan kita melaksanakan iabadah dan menunjuk rasa nyaman berada dalam rumah-Nya, maka bukan mustahil Allah SWT akan kembali mengundang kita di kemudian hari.

Begitu juga mereka yang pernah diundang dalam walimatusshafaar menantikan sosok baru, dan mereka melihatknya dari sikap dan perilaku sehari-hari  sepulang menunaikan ibadah haji.