Wahai Anakku

Wahai anakku, sudah benar apa yang kalian lakukan. Kalian tidak mencari musuh tetapi mencari sahabat, kalian tidak mencari pertikaian tetapi menjalin komunikasi dengan siswa dari sekolah lain. Kunjungan kalian ke sekolah lain atau pelajar sekolah lain mengunjungi kalian dengan intensitas tinggi pada dua bulan terakhir menjadi bukti bahwa kalian bersedia menerima pelajar lain dan berinisiatif menjalin kerjasana dengan orang lain.

Wahai anakku, Bapak bangga kepada kalian. Kalian tidak mendesain kegiatan negatif atau kegiatan positif namun kontra produktif. Tapi kalian mendesain kegatan yang dapat mengembangkan diri kalian dan membanggakan sekolah kita.  Bapak melihat langsung, kalian berada di sekolah beraktivitas  ekstrakurikuler hingga lepas Ashar, dengan  seragam yang kalian dersain sendiri. Inisiatif kalian bagus sekali dan Bapak menghargainya, walaupun sebenarnya sekolah telah menyediakan seragam khusus untuk lomba sesuai ekstrakurikuler kalian. Bahkan pada setiap selasa sabtu pun Bapak pun melihat kalian masih berada di sekolah hingga menjelang maghrib melakukan pertandingan persahabatan dengan siswa sekolah lain. Yang lebih membanggakan Bapak, ternyata kalian tidak pernah menargetkan tim kalian menang dalam setiap lomba persahabatan yang dilakukan, nampaknya kalian menyadari benar bahwa prestasi tertinggi dari sebuat pertandingan persahabatan bukanlah kemenangan tetapi persahabatan.

Wahai anakku, Sekalipun Bapak sering melihat tawuran pelajar yang dibumbui tindakan anarkis dan sadis.  Tapi Bapak tidak pernah menguatirkan kalian, Bapak sangat percaya kepada kalian, karena kalian tidak akan berbuat demikian. Bukankah shalat berjamaah, pengajian al Quran dan siraman rohani para da’i di sekolah telah melembutkan hati kalian?  Bukankah pertandingan persahabatan yang kalian lakukan atas  dasar sikap sportivitas tinggi telah membentuk pribadi kalian menjadi pribadi silaturahmi dan berjiwa sahabat.

Wahai anakku, kalian telah menunjukkan kepada Bapak bagaimana kalian membersihkan kelas, halaman hingga taman sekolah. Nampaknya kalian pun telah menyadarinya bahwa apa yang kalian lakukan tidak semata-mata untuk sekolah tetapi untuk kenyamanan belajar kalian.

Wahai anakku, tetaplah menjadi generasi yang membanggakan.