Pengayaan Kecakapan Hidup

Siswi SMK Almarwah Jurusan AkuntansiPendidikan kecakapan hidup bukanlah mata pelajaran yang berdiri sendiri, tetapi terintegrasi secara menyeluruh ke dalam kurikulum maupun kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang disesuaikan dengan kondisi mental, emosional, dan spiritual peserta didik. Secara sederhana, pendidikan kecakapan hidup adalah kegiatan membekali para peserta didik di sekolah agar memiliki kemampuan praksis dalam menjalani kehidupan mereka. Kemampuan dalam memecahkan persoalan-persoalan hidup dan kehidupan secara proaktif dan reaktif merupakan dampak positif langsung yang diharapkan dari pendidikan kecakapan hidup ini.

Dari segi ini, pendidikan kecakapan hidup berusaha menemukan titik-titik temu antara penguasaan dan pendalaman ilmu-ilmu teoritis di sekolah dengan kehidupan aktual yang dialami peserta didik. Ini berarti bahwa mata-mata pelajaran kurikuler maupun kegiatan-kegiatan ekstrakurkuler harus dipahami sebagai alat untuk mengembangkan kecakapan hidup peserta didik, bukan tujuan.

Menurut BSNP (Badan Standar Pendidikan Nasional), kecakapan hidup tidak harus direduksi kepada keterampilan kerja. Lebih dari itu, ia mengandung makna luas mencakup kemampuan-kemampuan untuk berprilaku dan bersikap positif, berpikir mandiri, berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, berinteraksi, serta berkreasi dengan memanfaatkan sumber daya dan teknologi yang tersedia.

Siswa-siswi SMA dan SMK Almarwah sedang sholat Zuhur berjamaahDilihat dari bentuknya, kecakapan hidup ini meliputi empat jenis kecakapan, yakni: (1) kecakapan personal, (2) kecakapan sosial, (3) kecakapan intelektual/akademik, dan (4) kecakapan vokasional. Dua yang disebut pertama biasa disebut kecakapan umum (generic skill). Adapun sisanya, disebut sebagai kecakapan khusus (specific skill). Berbeda dengan kecakapan umum yang lebih banyak diberikan pada peserta didik di tingkat pendidikan dasar dan menengah pertama (seperti: SD, MI. SMP, dan MTs.), kecakapan khusus mendapatkan porsi terbesar pada tingkat pendidikan menengah atas (seperti: SMA, SMK, MA, dan MAK).

Siswa-siswi SMA Almarwah berkreasi bersamaSebagai lembaga pendidikan menengah atas, kecakapan hidup yang diberikan di SMA dan SMK Almarwah pun lebih menekankan pada kelompok kecakapan khusus terutama dalam materi-materi kurikuler. Kecakapan intelektual mendapat porsi terbesar pada kurikulum SMA Almarwah, dan untuk SMK Almarwah, porsi terbesar diberikan pada kecakapan vokasional. Adanya perbedaan penekakanan pemberian porsi kecakapan hidup antara SMA dan SMK Almarwah ini tidak lepas dari karakteristik kedua lembaga pendidikan menangah atas tersebut serta visi dan misi yang telah kami rumuskan untuk masing-masing lembaga pendidikan Yayasan Almarwah ini.

Prinsip pendidikan kecapakan hidup adalah pembelajaran kontekstual, sehingga penyelenggaraanya diharapkan akan menurukan ketergantungan setiap lulusan lembaga pendidikan terhadap ketersediaan lapangan kerja sekaligus akan dapat meningkatkan produktivitas pembangunan nasional secara bertahap.